Selasa, 05 Oktober 2010

Pemain Asing PS BENGKULU, Satu Pemain Asal Korsel Pergi Datangkan Satu Pemain Paraguay

Bagikan

Yenson Icon, Kota Bengkulu
Romansa kejayaan sepak bola Bengkulu kembali mengemuka sejak PS Bengkulu mampu merebut tiket Divisi Utama Liga Indonesia. Suatu raihan yang luar biasa di tengah kondisi tim yang serba pas-pasan. Namun itu terwujud berkat soliditas tim dan sentuhan sang allenatore M Nasir.

Sayangnya, setelah tiket direbut Laskar Panglima menghadapi kemelut internal yang memecah soliditas tim. Pelatih bertangan dingin M Nasir didepak dari tim tersebut. Selain itu belum adanya kepastian jaminan donatur serta anggaran yang akan membiayai klub yang saat ini ditangani pelatih Nasrul Koto. Mundurnya 2 asisten pelatih dan 1 oficcial tim lainnya.

Tak ayal, tim ini harus benar-benar membenahi diri karena kompetisi yang akan dihadapinya jauh lebih sulit dibandingkan berlaga di Divisi I.

Ada 39 klub yang memiliki kemampuan finasial dan skill pemain yang mumpuni. Kesemua klub itu akan dibagi menjadi tiga grup dan tiap grup dihuni 13 tim.

Apalagi liga akan dimulai pertengahan Oktober mendatang. Bisa dipastikan jika tak ada pembenahan, romansa kejayaan Bengkulu seperti saat menjuarai Divisi I Galatama PSSI tahun 1992 akan jauh panggang dari api.

Mantan pelatih PS Bengkulu M Nasir juga mengatakan, sepeninggalnya 7 pemain inti yang memperkuat tim dengan julukan Laskar Panglima tersebut telah hijrah ke beberapa klub lain.

Yakni Deni Saprianto (kipper) hijrah ke PS Barito Putra, Dartoni (gelandang serang) hijrah ke PSBL Bandar Lampung. 3 penyerang depan, Yuswanto, Gilang dan Sawal hijrah ke PS Padang Panjang, serta 2 gelandang Andi Rahmatulah dan Anton Irawan hijrah ke PSLS Lhoksaumawe.

Di balik cerita tidak sedap seputar pemecatannya, M Nasir mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut. Menurutnya sebagai seorang pelatih profesional, ia sudah terbiasa dengan fenomena tersebut.

Memang menurut logika setiap ada pembentukan panitia, seharusnya juga ada pembubaran secara resmi, kata salah satu pelatih yang memiliki sertifikat resmi dari badan sepak bola FIFA, selain pelatih Sriwijaya FC Rahmad Kurniawan.

Sedangkan pelatih PS Bengkulu yang baru dikontrak, Nasrul Koto mengatakan dirinya tidak terlalu mempermasalahkan dengan sedikit ganjalan yang harus dilewati tim asuhannya tersebut.

Menurut pelatih yang sebelumnya pernah menangani beberapa klub lainnya yakni PSPS Pekanbaru, PSSA Asahan, Arseto Solo dan PSJS Jakarta Selatan tersebut dalam waktu dekat ia akan mendatangkan 3 pemain asing yakni In-Kyun Oh dan Ham Hyeoung Kyu, serta 1 orang pemain dari Paraguay yakni Goerge Parades.

3 pemain tersebut diharapkan menjadi pilar tim guna mewujudkan ambisi tim Laskar Panglima menjadi jawara Devisi Utama.

Namun menurut Nasrul, dari rencana tersebut, hingga kini pihaknya baru menandatangani kontrak kesepakatan dengan In-Kyun oh senilai Rp 400 juta untuk 1 musim kompetisi, yang pembayaran kontraknya dibantu oleh salah seorang donatur.

Untuk Ham Hyeoung Kyu terpaksa kami pulangkan karena saya lihat performanya tidak cocok dengan tim, sedangkan untuk Goerge Parades sejauh ini kami baru melakukan pematangan kontrak, kata Nasrul Kota kepada BE.

Sementara Manager Tim PS Bengkulu, Ir Hakman Novi, mengaku kalau pemberhentian M Nasir tidak menyalahi prosedur. Menurutnya pemberhentian suatu kepengurusan kepanitiaan official tim, tidak harus dikeluarkan melakui SK dari Ketua Umum.

Bahkan Hakman juga menyebutkan kalau pemberhentian suatu kepengurusan dalam kepantiaan official tim dapat saja dilakukan sewaktu-waktu dan kapan pun, tanpa adanya surat pemberitahuan serta surat keputusan resmi dari Ketua Umum.
Sumber www.bengkuluexpress.com 

2 komentar:

Selamat datang Cix, di BLOG LASKAR PANGLIMA TOBO KITO,silahkan baca-baca info tentang ps bengkulu.dan jangan lupa tinggalkan pesan ya..........!